Habis mengobok-obok file lama aku di lepi temen, eh ada file tentang karangan ilmiah. Daripada nganggur, mending aku bagi-bagi deh buat kalian. Di bawah ini salah satu contoh karangan lmiah dan penganalisaannya. Semoga bermanfaat ya 🙂

Kutipan karya ilmiah :

 

3.3. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin

            Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100O-400o C. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

            Pada temperatur dibawah 100o C nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

            Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi di lain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

 

Sumber : ocha-katacinta.blogspot.com, Bahya Merokok

 

 

Alasan penggolongan karya ilmiah :

 

            Kutipan di atas digolongkan ke dalam karya ilmiah karena isinya berupa penyajian fakta umum yang ditulis berdasarkan metode ilmiah. Selain itu, kutipan tersebut juga memenuhi syarat-syarat karangan  ilmiah. Syarat-syarat yang terpenuhi tersebut antara lain :

a.  Objektif
            Pembahasan masalah dalam kutipan di atas sesuai dengan fakta. Setiap pernyataan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini terlihat dari pemakaian kalimat pada temperatur (paragraf 1 & 2), berdasarkan keseimbangan (paragraf 2), dan secara proses pembakaran (paragraf 3). Pemakaian beberapa kalimat tersebut menunjukkan bahwa terdapat patokan ukuran dalam menyajikan data. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahannya.

 

b. Sistematis

            Pemaparan isi kutipan disusun berurutan. Setiap pembahasan dipaparkan secara terkendali, konseptual, dan prosedural. Dalam kutipan di atas, penjelasan dimulai dari  gambaran proses  yang terjadi secara umum (paragraf 1) hingga proses-proses terperinci yang mendukung paragaraf 1 (paragraf 2). Kemudian, barulah menghubungkan penjelasan pada paragaraf 2 dengan kasus-kasus sejenis (paragraf 3). Dengan cara demikian, pembaca bisa mengikuti alur uraiannya dengan mudah.

.
c. Logis

            Hal-hal yang disajikan dalam kutipan di atas dapat diterima oleh akal. Artinya, isi dari kutipan tersebut tidak ada yang fiktif. Hal ini terlihat  jelas dari cara menyajkan uraian. Pembaca diajak untuk mendalami informasi pada paragraf pertama dan kedua. Kemudian, diarahkan untuk mengambil kesimpulan pada paragraf ketiga. Dengan kata lain, pembaca dituntut untuk mengikuti pola penalaran tertentu. Dalam hal ini, pola penalaran yang dimaksud adalah pengambilan keputusan sesuai informasi yang didapatkan.

 

d. Lugas

            Kata dan kalimat yang digunakan pada kutipan di atas sederhana, tanpa basa-basi, tidak mengandung makna  ganda, dan tidak memberi kemungkinan salah tafsir.

 

e. Empiris

            Isi kutipan yang berpatokan dengan fakta menyebabkan kebenarannya dapat diuji. Misalnya, pada pengujian proses ilmiah berdasarkan suhu. Adanya rentang suhu yang jelas menunjukkan bahwa proses ilmiah itu dapat diuji.

 

f. Tidak emotif

            Isi kutipan di atas tidak mencampurkan unsur-unsur perasaan dalam peyajian karangan.

 

g. Tidak melebih-lebihkan

            Dari segi isi, apa yang tertuang dalam pembahasan tadi sesuai dengan apa adanya. Tidak ada yang ditambah-tambah ataupun dikurangi. Selain itu, kata-kata yang digunakan tidak berlebihan atau tidak berbelit-belit. Langsung tepat menuju sasaran.

 

h. Tidak persuasif

            Pada kutipan tersebut tidak terdapat unsur-unsur ajakan. Semua hanya berisi informasi murni.

 

i.  Tidak argumentatif

            Kutipan di atas tidak melibatkan pendapat pihak-pihak tertentu. Pembaca tidak dituntut untuk yakin berdasarkan campur tangan penulis melainkan oleh fakta-fakta yang disajikan.

Advertisements

About syirojaihd

between Physics and Fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s